Laman

Sabtu, 24 Maret 2012

tujuan batasan dan kemungkinan pendidikan (pedagogik)

PEMBAHASAN
Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang universal dalam kehidupan manusia. Karena dibelahan bumi manapun yang terdapat adanya kehidupan pasti akan terjadi proses pendidikan, sehingga pendidikan itu sendiri tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan kita.
Pendidikan itu memang begitu penting akan tetapi kita juga harus mengetahui tujuan diadakannya pendidikan itu sendiri. Adapun pengertian pendidikan yang sudah kita ketahui adalah usaha membimbing anak yang belum dewasa menjadi dewasa. Selain kita harus mengetahui arti pendidikan itu sendiri kita harus mengetahui tujuan, batasan dan kemungkinan yang terjadi dalam proses pendidikan.
Tujuan pendidikan ini akan berkaitan dengan pandangan hidup dan nilai-nilai yang ada di masyarkat. Secara umum, tujuan pendidikan sama dengan arti pendidikan itu sendiri yaitu menjadikan manusia menjadi dewasa, namun istilah dewasa disini tentu akan beda antara satu orang dengan orang lainnya. Misalnya dewasa menurut pendidikan di Indonesia ialah berkaitan dengan sejauh mana orang itu bisa menghayati nilai-nilai pancasila. namun tetap saja akan ada orang yang berfikir bahwa dewasa disini adalah dimana kita bisa memandang segala sesuatu dengan cara berfikir kritis. Berfikir kritis disini ialah sejauh mana seseorang mampu mengekspresikan dirinya dan mampu menerapkan pengalaman hidupnya dimasa lalu untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik.
Pendidikan merupakan suatu keharusan, karena pada hakikatnya manusia dilahirkan dengan keadaan tidak berdaya karena ia membutuhkan bantuan orang lain belum bisa melakukan segala sesuatunya sendiri. (Saduloh, 2010;72) tentu saja dalam suatu pendidikan seseorang tidak bisa langsung melakukan semuanya sendiri karena pada saat lahir seorang manusia tidak langsung dewasa dan memahami nilai dan moral yang ada dikehidupan sehingga manusia itu perlu dibimbing. Manusia juga tidak akan memiliki rasa tanggung jawab untuk menanggung segala konsekuensi dan perbuatannya tanpa mengalami proses pendidikan yang terbentuk dari suatu kebiasaan.
1. Tujuan Pendidikan
            Pendidikan merupakan sebuah proses yang didalamnya terdapat tujuan. Misalnya saja orang tua menyekolahkan anaknya, melarang anaknya untuk berbohong tentu semua itu mempunyai tujuan dan maksud yang baik untuk anak itu sendiri, tapi terkadang kita tidak menyadari bahwa dari proses itu kita sedang menjalankan tujuan pendidikan.
            Seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa pedagogik adalah ilmu mendidik sehingga terdapat pengertian pendidikan, pengertian itu juga bisa dibedakan antara pendidikan dalam arti sempit dan pendidikan dalam arti luas. Pendidikan dalam arti sempit adalah bimbingan yang diberikan orang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya, artinya bahwa pendidikan ini mengajarkan kita dari hal yang belum tahu menjadi tahu. Sedangkan pendidikan dalam arti luas adalah kemampuan manusia mensejahterakan hidupnya sepanjang hayat. Henderson (Saduloh, 2010;4) artinya bahwa pendidikan itu merupakan suatu proses pertumbuhan dan perkembangan yang berlangsung secara terus menerus yang terjalin dari hubungan sosialisasi seseorang dengan lingkungannya dari sejak lahir sampai akhir hayatnya.
Dari pemaparan diatas tentu kita bisa mengetahui tujuan dari pendidikan itu adalah kedewasaan. Kedewasaan ini telah tercapai apabila seseorang telah mampu berbuat sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat, sehingga pendidikan itu sangat penting dan tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan kita baik dalam hubungan bertbangsa dan bernegara.



A. Jenis-Jenis Tujuan Pendidikan
            Levengeld (1980) mengemukakan beberapa jenis pendidikan. Yaitu :
1.     Tujuan Umum
Tujuan umum adalah tujuan akhir yang akan dicapai oleh seseorang yang melalui pendidikan. Sebagaimana tujuan pendidikan yang telah dikemukakan diatas bahwa kedewasaan merupakan tujuan dari pendidikan itu sendiri oleh karena itu semua kegiatan pendidikan harus tertuju pada kedewasaan agar tujuan umum pendidikan itu dapat tercapai. Misalnya seorang ibu menyuruh anaknya membereskan mainan sehabis dia bermain, secara tidak langsung seorang anak itu diajarkan tanggung jawab dan dari tanggungjawab ini akan membentuk sebuah kedewasaan pada diri anak.
2.             Tujuan Khusus
Tujuan khusus ini merupan penghususan dari tujuan umum. Seperti yang telah disebutkan bahwa tujuan umum pendidikan adalah kedewasaan tapi tentu kedewasaan disini masih sangatlah umum. Karena kedewasaan ini tentunya memiliki ciri tersendiri. Misalnya dalam membentuk kedewasaan anak laki-laki dengan anak perempuan tentu akan berbeda dalam cara membimbingnya. 
3.     Tujuan Insidental
Tujuan insidental adalah adalah tujuan yang menyangkut peristiwa. Misalnya saja orang tua melarang anaknya untuk mandi pada malam hari, alasannya karena si anak bisa masuk angin.
4.       Tujuan Sementara
Tujuan sementara ialah tujuan yang terdapat dalam langkah-langkah untuk mencapai tujuan umum. Misalnya saat seorang anak diajarkan untuk dapat berjalan ia harus mengalami beberapa tahapan dari merangkak, berdiri, berjalan terpatah-patah sampai akhirnya dia bisa berjalan. Inilah yang disebut tujuan sementara.
5.   Tujuan Taklengkap
Tujuan tak lengkap adalah tujuan yang hanya membahas tentang salah satu aspek pendidikan. Misalnya saat kita sedang belajar ilmu pengetahuan sosial tentu saja dalam pembelajaran itu tidak membahas tentang hitungan atau jasmani.
6.     Tujuan Intermedier
Tujuan intermedier adalah alat untuk mencapai tujuan lain khususnya tujuan sementara. Misalnya saja seseorang yang bersekolah tujuannya adalah akhirnya adalah lulus, namun pada saat dia naik kelas dari kelas satu ke kelas dua dan dari kelas dua ke kelas tiga itu merupakan tujuan intermedier

B. Batas-Batas Pendidikan
Pendidikan sebagai sesuatu yang sangat diperlukan dalam kehidupan tentu tidak akan berjalan tanpa adanya batas-batas dalam pendidikan itu sendiri. Adanya batasan ini tentunya sangat penting dalam suatu pendidikan karena tanpa adanya batasan pendidikan kita tidak akan tahu sejauh mana kita bisa mendidik anak didik kita, batasan ini juga akan semakin memperkecil kekeliruan atau kesalahan dalam melakukan pendidikan. Setelah adanya batasan, sebelum melakukan proses pendidikan seorang pendidik harus mengetahui potensi yang dimiliki oleh anak didiknya.





Dibawah ini terdapat lima pandangan mengenai batas-batas pendidikan.
1.     Pendidik
      Pendidik adalah orang dewasa yang bertanggung jawab membimbing seorang anak untuk mencapai kedewasaanya. Pendidik disini adalah orang tua dan guru, keduanya memiliki peran yang sama penting untuk membantu tercapainya kedewasaan anak, namun peran orang tua tentunya paling utama karena orang tua merupakan tempat sosialisasi utama dan pertama untuk anak dan pendidikan pun didapatkan pertama kali oleh anak dari orang tua, akan tetapi orang tua juga memiliki batas dalam mendidik anak misalnya saat disekolah anak tidak lagi mendapat didikan dari orang tuanya akan tetapi gurulah yang menggantikan peran orang tua disekolah. Namun tetap saja sedekat apapun seorang guru dengan anak didiknya disekolah itu tidak akan mampu menggantikan sepenuhnya tugas dan peran orang tuanya dirumah.
2.     Aspek pribadi anak didik
      Persoalan selanjutnya yang berhubungan dengan batas pendidikan adalah anak didik itu sendiri. Berhasil atau tidaknya suatu pendidikan tergantung dari seberapa jauh anak didik tersebut mampu menerima pendidikan yang kita berikan, jangan sampai kita terlalu memaksakan pendidikan pada anak didik kita untuk diterima sepenuhnya. Anak didik merupakan sosok manusia/individu. “invidu ialah orang yang tidak tergantung  orang lain, dalam arti benar-benar seorang pribadi yang menentukan diri sendiri dan tidak dipaksa dari luar, mempuyai sifat-sifat dan keinginan sendiri” Abu Ahmadi (Saduloh, 2010;86). Oleh karena itu anak didik harus diakui keberadaannya, dia tidak bisa diperintah untuk mengikuti keinginan kita akan tetapi kita harus masuk kedalam dunianya untuk mengetahui apa yang dia inginkan dan dia sukai.


3.     Alat pendidikan
Alat pendidikan merupakan suatu tindakan yang dilakukan untuk mencapai tujuan pendidikan yang ada. Alat pendidikan ini digunakan untuk mendidik anak secara pedagogis (katif). Misalnya saja seorang ibu yang menyuruh anaknya untuk membereskan tempat tidurnya, itu bertujuan agar anak tersebut memiliki tanggung jawab yang dimulai dfari dirinya sendiri. Ini adalah cara orang tua mendidik anak secar pedagogis agar anak itu terbiasa untuk hidup rapih dan disiplin. Kemudian dibawah ini Lavangeld mengelompoka lima jenis alat pendidikan, yaitu :
a)     Perlindungan
Perlindungan merupakan aspek pertama dalam melakukan pendidikan. Sebagai pendidik tentu saja kita harusa mampu memberikan perlindungan pada anak didik kita, karna tanpa semua itu anak tidak akan mau diajak dalam proses pendidikan. Perlindungan tersebut tidak hanya bersaifat fisik akan tetapi secara fsikisnya juga. Namun karena anak itu paling tidak bisa dilarang oleh karena itu sebagai pendidik kita harus memberikan perlindungan dalam bentuk pengawasan yang baik.
b)     Kesepahaman
Kesepahaman ini terjadi saat guru menjadi contoh untuk anak didiknya dengan memperhatikan secara tidak langsung, anak akan meniru apa yang gurunya lakukan. Tapi tetap saja kesepahaman ini bisa terjadi jika anak sudah merasa aman jika sedang bersama gurunya. Dari sinilah kita bisa melihat bahwa alat pendidikan ini berhasil membawa anak untuk mengikuti apa yang gurunya lakukan, tentu saja peniruan untuk melakukan kesepahaman ini haruslah bersifat positif.
c)     Kesamaan arah dalam pikiran dan perbuatan
Kesamaan arah dalam pikiran dan perbuatan ini ialah berupa tanggung jawab. Misalnya saat sedang bermain seorang guru hendaknya memberikan kepercayaan pada anak didiknya agar anak didiknya mempunyai tanggung jawab dalam menyelesaikan semua tugasnya.
d)     Perasaan bersatu
Perasaan bersatu ini akan timbul karena interaksi yang berlangsung antara pendidik dan anak didik yang terus menerus. Misalnya karena kebiasaan pendidik dan anak didik yang selalu bersama-sama setiap hari disekolah dalam melewati pelajaran itu akan membentuk kenyamanan pada diri anak yang membuat perasaan bersatu itu muncul pada diri keduanya.
e)     Pendidikan karena kepentingan diri sendiri
Pedidikan karena kepentingan diri sendiri, berarti pad saat itu si  anak sudah menyadari bahwa dirinya mempunyai kesadaran bahwa dirinya sudah mampu membentuk karakternya sendiri. Tugas seorang pendidik disini ialah memberikan tanggung jawab sepenuhnya kepada anak didik untuk melaksanakan tugas sesuai keinginan hatinya.
4.     Waktu pelaksanaan
Pada saat anak usia dini, hubungan anak dengan pendidik belum disebut sebagai kegiatan pendidikan melainkan baru dalam proses atau taraf pembiasaan. Karena anak usia dini masih bersifat serba menerima, mereka belum memahami apa itu perintah, aturan, norma dan lain sebagainya. Kegiatan pembiasaan tersebut merupakan langkah awal yang dilakukan oleh pendidik untuk mencapai kedewasaan seorang anak tersebut atau disebut juga dengan pendidikan pendahuluan.
Perbedaan pendidikan pendahuluan dengan pendidikan sebenarnya adalah ketika terjadi hubungn wibawa antara pendidik dan anak didik. Jadi pendidikan yang sebenarnya bukn merupakan kebiasaan melainkan terjadi ketika hubungn wibawa itu ada, ketika anak telah mampu menerima petunjuk dan perintah bukan hanya atas dasar ikut-ikutan atau meniru orang lain.

5.     Aspek tujuan
Tujuan pendidikan adalah mengantarkan anak untuk mencapai kedewasaannya. Tujuan pendidikan pun dibagi kedalam 2 tujuan, secara mikro dan makro. Tujuan pendidikan secara mikro adalah untuk menjadikan anak didik menjadi dewasa. Sedangkan secara makro yaitu menyiapkan manusia supaya lebih bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan bangsanya.
Anak dikatakan mencapai kedewasaannya apabila dia sudah bisa dan mampu berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain baik secara biologis, psikologis, ekonomi dan sosial. Juga anak harus sudah bisa bertanggung jawab dalam setiap perbuatannya. Selama ank belum bertanggung jawab maka mereka belum disebut dewasa dan biasanya pendidik yang menjadi penanggung jawab dari anak didik. Apabila tujuan pendidikan itu telah tercapai maka pendidkanpun telah berakhir.

6.     Aspek lingkungan
     Lingkungan tempat dimana kita bertempat tinggal dan mendapatkan pendidikan merupakan lingkungan pendidikan. Lingkungan disekitar anak dapat dibedakan menjadi 4 macam:
1)     Lingkungan alam fisik
Lingkungan ini merupakan lingkungan berupa alam disekitar kita seperti tumbuhan, hewan, udara, rumah dan lain-lain.
2)     Lingkungan budaya
Berupa kebudayaan, ilmu pengetahuan, teknologi, adat istiadat, bahasa, seni dan lain-lain.
3)     Lingkungan sosial
Berupa hubungan interaksi antar individu yang hidup bermasyarakat dan saling membutuhkan satu sama lain, tyermasuk didalamnya tentang sikap, perilaku, norma antar setiap individu.
4)     Lingkungan spiritual
Berupa lingkungan agama, keyakinan yang dianut masyarakat yang ada disekitar kehidupan dia.

C. Keharusan dan Kemungkinan Pendidikan
a)     Keharusan Pendidikan
          Didalam kehidupan manusia selalu mengalami kenaikan dan penurunan hidup, melakukan tindakan yang salah dan tindakan yang benar, dan melakukan kehidupan bermasyarakat dengan baik. Dalam hal itu, agar manusia bisa mendidik dirinya sendiri, manusia perlu diarahkan agar menjadi manusia yang ideal atau manusia yang seutuhnya. Yang bisa membedakan mana yang salah dan yang benar, agar bisa menempatkan sikap yag baik dalam hidup bermasyarakat, mematuhi nilai dan norma juga kebudayaan dimasyarakat,dan agar bisa mendidik dirinya untuk mencapai tujuan kehidupannya maka manusia harus mengalami pendidikan agar hidupnya lebih terarah.
Menurut Dewey (Abdurahman, 2009:13) salah seorang tokoh aliran filsafat Pragmatisme atau instrumentalisme dalam bukunya mengemukakan bahwa
‘penekanan pada pentingnya pendidikan karena berdasarkan tiga pokok pemikiran, yaitu (1) pendidikan merupakan kebutuhan untuk hidup, (2) pendidikan sebagai pertumbuhan, dan (3) pendidikan sebagai fungsi sosial.’

          Pendidikan adalah salah satu kebutuhan untuk hidup merupakan hal penting yang melandasi keharusan dalam pendidikan. Dilihat dari fungsinya pendidikan akan sangat berguna untuk menjadi bekal dan tolak ukur dalam menjalani kehidupan, baik secara individu maupun dalam bersosialisasi dimasyarakat.selain itu pendidikan juga berfungsi sebagai salah satu perjalanan dalam mencapai tujuan hidup kita yaitu kedewasaan. Dalam proses pertumbuhan hidup kita pun dipengaruhi oleh pendidikan. Dalam proses kita tumbuh beranjak menuju tingkat kedewasaan lebih tinggi manusia pun tak lepas dari pendidikan sebagai sarana dalam proses tumbuh dan kembangnya seorang manusia. Karena itu pendidikan penting sebagai pertumbuhan. Sedangkan dalam fungsi sosial pendidikan mempunyai perannya tersendiri. Pendidikan selalu mengajarkan kita bagaimana bertingkahlaku dengan masyarakat, bagaimana kita mematuhi nilai, norma dan kebudayaan masyarakat, dan bagaimana kita selalu menyeimbangkan antara kehidupan individu sebagai manusia dan kehidupan bersosialisasi dengan masyarakat. Oleh karena itu manusia harus dididik sebagai salah satu hal penting dalam fungsi sosial.
          Ada beberapa faktor yang menjadi acuan mengapa anak diharuskan untuk mendapatkan pendidikan. Diantaranya adalah sebagai berikut:
1.     Anak diahirkan dalam keadaan tidak berdaya
Dari sudut pandang ank, pendidikan adalah keharusan dan kebutuhan bagi anak. Karena anak lahir dengan keadaan belum bisa melakukan apapun sehingga butuh bimbingan dan didikan agar anak bisa mencapai kedewasaannya dan tidak menggantungkan diri pada orang lain sebagai tujuan dari pendidikan itu sendiri. Dengan demikian pendidikan sangat dibutuhkan oleh anak baik dari orang tua, lingkungan, dan guru disekolahnya, agar anak bisa memiliki bekal kepribadian, moral, pengetahuan dan keterampilan untuk menunjang hidupnya kelak.
Dari sudut pandang orang tua juga pendidikan merupakan hal yang sangat penting karena ada rasa tanggung jawab dan kasih sayng kepada anaknya agar bisa bertahan dimasa yang akan datang tanpa menggantungkan diri pada orang lain. Secara naluriah orang tua telah mendidik anak dari anak itu lahir hingga dia bisa mendidik dirinya sendiri. Karena rasa tanggung jawab dan kasih sayang tersebut.
2.     Anak lahir tidak langsung dewasa
Dalam proses pendewasaan atau untuk menjadi dewasa memerlukan waktu yang lama. Dimasa modern ini kedewasaan sangat lebih kompleks, beda dengan zaman terdahulu. Ketika zaman terdahulu mungkin anak usia 12 tahun keatas sudah bisa berkeluarga karena dianggap telah dewasa, sedangkan dizaman modern seperti sekarang ini kedewasaan lebih diperluas lagi seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini.
Untuk melanjutkan atau melewati masa dewasa anak harus dipersiapkan dengan sebaik mungkin, bekal ilmu-ilmu penunjang kedewasaan itu diperoleh dari pendidikan.
3.     Manusia sebagai makhluk sosial
Hakikat seorang manusia adalah sebagai makhluk sosial. Mereka hidup saling mengunt8ngkan satu sam lain. Manusia senang hidup bersama orang lain karena manusia adalah makhluk sosial, mereka bisa saling mempengaruhi, membentuk pola prilaku, dan karakternya, menanamkan nilai dan norma, dan aturan-aturan dimasyarakat, sehingga manusia memerlukan pendidikan untuk mengarahkan kepada tujuan manusia itu sendiri yaitu mencapai kedewasaan.
4.     Manusia sebagai makhluk individu yang berdiri sendiri
Manusia pada hakikatnya adalah makhluk sosial tapi tetap saja manusia merupakan makhluk individu yang memiliki kepribadian dan karakter masing-masing. Mereka hidup bersama namun tetap antar individu.
Karena sikap, kepribadian, dan karakter setiap individu yang berbeda-beda, maka mereka perlu dididik untuk dapat belajar hidup dengan individu lain.
5.     Manusia sebagai makhluk yang dapat bertanggung jawab
Manusia merupakan makhluk yang bertanggung jawab, karena pada dasarnya setiap tindakan yang dilakukan harus dipertanggung jawabkan dengan menerima konsekuensinya. Sebagaimana dalam tujuan pendidikan adalah kedewasaan, maka manusia pun harus dididik untuk mencapai kedewasaan itu.
Salah satu bentuk kedewasaan adalah dilihat dari sikap manusia. Apabila tanggung jawab ini tidak dimiliki oleh manusia, maka kehidupan tidak akan tenang karena semua manusia akan melakukan tindakan sesuai dengan keinginannya sendiri tanpa memikirkan kepentingan orang lain.

6.     Sifat manusia dan kemungkinan terjadinya pendidikan
Seperti yang dijelaskan dalam aspek yang akan dipelajari seumur hidup kita adalah kognitif, afektif dan psikomotorik. Dalam psikomotorik saat anak masih dalam usia dini yaitu antara 2 tahun sampai 6 tahun, mereka belum memiliki kesadaran akan kekurangannya, pada saat itu anak cenderung akan menirukan dan berbuat sesuatu. Contohnya ketika seorang kaka sedang mengerjakan tugas kemudian adiknya tiba-tiba memperhatikan kakaknya yang sedang mengerjakan tugas. Sang adik mengambil alat tulisnya dan kemudian mengikuti apa yang kakaknya kerjakan. Lalu kakaknya mengajarkan adiknya memegang pensil yang benar dan mengajarkan menulis, walaupun yang diajarkan hanya garis atau coretan-cooretan sederhana.
Dari contoh diatas, seorang kakak yang mengajarkan adiknya menulis itu belum merupakan pendidikan yang sebenarnya. Karena anak belum paham apa yang diperintahkan atau apa yang dilakukannya. Maka dari itu yang dilakukan oleh kakak tadi bukan merupakan suatu pendidikan, melainkan suatu pelatihan.
     Dengan sifat anak yang suka meniru perilaku atau sikap orang lain, suka bermain dan menerima perintah dari orang lain, maka orang tua harus membimbing dan mendidik anaknya. Pendidik harus senantiasa memberikan contoh bagi anak didiknya dan memberikan pengaruh-pengaruh perilaku yang positif untuk kedewasaannya.

b)     Kemungkinan Dididik
          Pada manusia ada hal-hal yang didapat secara alami dan ada pula ynag didapat secara proses pendidikan. Hal-hal yang didapatkan secara alami contohnya adalah jenis kelamin, bakat dan watak dari setiap individu. Sedangakan hal-hal yang didapat dari proses pendidikan contohnya pembentukan kepribadian, sikap, norma dan lain-lain. Setiap manusia itu bersifat unik, kemungkinan dididik itu tercapai apabila tidak dapat dikembangkan lagi kehidupan rohaninya khususnya kehidupan moralnya.
Menurut suyitno (http://fatamorghana.wordpress.com/2009/04/11/esensi-pendidikan) menyatakan bahwa  “ada enam  prinsip yang melandasi kemungkinan manusia akan dapat dididik, yaitu prinsip potensialitas, prinsip dinamika, prinsip individualitas, prinsip sosialitas, prinsip moralitas, dan prinsip Keberagamaan atau religiusitas.”

1)     Prinsip Potensialitas
Pendidikan bertujuan untuk mencapai kedewasaan. Salah satunya adalah untuk mencapai manusia yang ideal yaitu manusia yang dapat mengambangkan seluruh potensi yang ada dalam dirinya, manusi yang bertakwa, berakhlak, cerdas, dan lain-lain. Manusia juga memilikpotensi yang beraneka ragam potensi berbuat baik, mematuhi norma, potensi ilmu, karya dan lain sebagainya. Oleh sebab itu manusia akan dapat dididik karena manusia memiliki potensi untuk menjadi manusia yang ideal.
2)     Prinsip Dinamika
Pendidik diharapkan membantu  peserta didik agar mampu mencapi kedewasaannya dan menjadi manusia ideal. Sedangkan manusia itu sendiri memiliki dinamika untuk mencapai manusia yang ideal. Manusia selalu tidak pernah puas, ia selalu mengejar apa yang menjadi keinginannya. Ia selalu berusaha untuk menjadi manusia yang ideal baik secara keimanan pada Tuhannya maupun antar sesama manusia. Karena itu dinamika manusia menjadikan bahwa manusia dapat dididik.
3)     Prinsip Individualitas
   Pendidikan merupakan upaya membantu peserta didik agar mampu menjadi dirinya sendiri. Disamping itu peserta didik adalahseorang  individu yang memiliki karakter yang bebas dan aktif berupaya untuk menjadi dirinya sendiri. Oleh karena itu, individualitas menjadikan bahwa manusia akan dapat dididik.
4)     Prinsip Sosialitas
Pendidikan berlangsung dalam interaksi antar pendidik dan peserta didik. Melalui interaksi tersebut pengaruh pendidikan disampaikan pendidik dan diterima peserta dididik. Hakikatnya manusia adalah makhluk sosial, mereka hidup bersama dalam bermasyarakat. Dalam kehidupan bersama ini akan terjadi huhungan timbal balik di mana setiap individu akan menerima pengaruh dari individu yang lainnya. Sebab itu, sosialitas menjadikan bahwa manusia akan dapat dididik.
5)     Prinsip Moralitas
   Pendidikan dilaksanakan berdasarkan sistem norma-norma  dan nilai yang berlaku dimasyarakat. Di samping itu, pendidikan bertujuan agar manusia mempunyai akhlak yang mulia dan berperilaku sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku dimasyarakat.Manusia mampu membedakan yang baik dan yang buruk. Oleh sebab itu, dimensi moralitas menjadikan bahwa manusia akan dapat dididik.
6)     Prinsip Keberagamaan/religiusitas
   Umat beragama selalu meyakini bahwa semua yang ada di alam semesta ini adalah diciptakan Tuhan Yang Maha Esa. Agama yang diyakini seseorang, akan menjadi suatu acuan berfikir dan berbuat yang sesuai dengan hukum-hukum agama, dan ini menuntun, mengembangkan seluruh proses kehidupan manusia dan aspek sosial serta moral dalam kehidupan di masyarakatnya. Atas dasar tersebut, jelas kiranya bahwa manusia akan dapatdididik.

c)     Nativisme
            Menurut teori nativisme, anak yang baru lahir telah memiliki bakat, potensi dan sifat-sifat tertentu yang sangat menentukan terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak tersebut. Pendidikan lingkungan tidak berpengaruh apa apa terhadap perkembangan anak tersebut.

d)     Empirisme
            Menurut teori empirisme yang di pelopori oleh Jhon Locke, anak dilahirkan diumpamakan sebagai kertas putih yang bersih, anak tidak memiliki bakat dan pembawaan apa-apa. Teori ini disebut teori tabularasa
            Lingkungan adalah faktor terpenting dalam pembentukan karakter dan kepribadian juga potensi dirinya, anak dapat dibentuk sesuai dengan kehendak pendidiknya.

e)     Naturalisme
            Teori ini diperkenalkan oleh Rousseau, beliau mengatakan bahwa semua anak mempunyai pembawaan baik, lingkungan yang akan merusak pembawaan baik mereka. Menurut teori ini pendidikan yang diberikan akan merusak  perkembangan baik anak tersebut.
f)      Konvergensi
Teori ini menyebutkan bahwa pembawaan dan lingkungan pendidikan merupakan proses yang mendukung perkembangan anak. Pembawaan dan pendidikan lingkungan keduanya harus saling seimbang antara satu sama lain.
g)     Tut wuri handayani
            Konsep pendidikan ini dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara. Menurut beliau karakter yang menjadi karakter seseorang akan sangan dipengaruhi oleh  pembawaan dan lingkungannya, tergantung mana yang lebih dominan dalam mempengaruhi perilaku seseorang tersebut. Tut wuri handayani berasal dari bahasa jawa. Konsep pendidikan tersebut lebih lengkap dengan  ing ngarso sung tulodo ing madya mangun karso tut wuri handayani.
            Arti dari penggalan konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara adalah Ing ngarso = didepan, sung = memberi, tulodo = contoh. Jadi pendidik harus berada didepan sebagai contoh yang baik terhadap anak didiknya. Ing madya = di tengah-tengah, mangun = membangun, karso = kemauan, pendidik bersama-sama berdiri ditengah-tengah anak didiknya agar senantiasa mendorong kemauan anak didiknya. Dan tut wuri = mengikuti dari belakang, handayani = memotivasi, pendidik diharapkan dapat melihat dan menemukan potensi yang ada pada diri anak didik. Jadi pendidikan menurut ki Hajar Dewantara adalah hasil interaksi antara pembawaan dan potensi dengan bakat yang dimiliki anak. Pendidik memiliki peran aktif dalam membimbing perkembangan dan potensi anak.

bidang pengembangan kurikulum PAUD




No

Lingkup Pengembangan

Bidang Pengembangan
Kepribadian
Kemampuan dasar
1.
Moral agama
1.Mengenal Tuhan melalui agama yang dianutnya
3.Mengucapkan doa saebelum dan/atau sesudah melakukan sesuatu
4. mengenal prilaku baik /sopan dan buruk
5.membiasakan diri berkelakuan baik
6. mengucapkan dan membalas salam.

1.Mengenal Tuhan melalui agama yang dianutnya
2.Meniru gerakan ibadah
3.Mengucapkan doa saebelum dan/atau sesudah melakukan sesuatu
4. mengucapkan dan membalas salam

.
2.
Kognitif

A.Pengtahuan Umum dan Sains
3. mengenal gejala sebab akibat yang tekait dengan dirinya
5.mengkreasikan sesuatu sesuai dengan idenya sendiri

A.Pengtahuan Umum dan Sains
1.mengenal benda berdasarkan fungsi (pisau untuk memotong, pensil untuk menulis)
2.mengunakan benda-benda sebagai permainan simbolik (kursi sebagai mobil)
3. mengenal gejala sebab akibat yang tekait dengan dirinya
4.Mengenal konsep sederhana dalam kehidupan sehari-hari (geimis, hujan, gelap, terang, temaram, dsb)
5.mengkreasikan sesuatu sesuai dengan idenya sendiri

B.konsep bentuk, wana, ukuran dan pola
1.mengklasifikasikan benda berdasakan bentuk atau warna atau ukuan
2.mengklasifikasikan benda kedalam betuk yang sama atau kelompok yang sejenis atau kelompok yang berpasangan 2 fariasi.
3. mengenal pola AB-AB dan ABC-ABC
4.menguutkan benda berdasakan 5 seriasi ukuran atau warna

C.Konsep Bilangan, lambang bilangan dan huruf
1.mengetahui konsep bnyk dan sedikit
2.membilang banyak benda 1-10
3.mengenal konsep bilangan
4.mengenal lambang bilangan
5.mengenal lambang huruf
3
Sosial emosional

1. Menunjukkan sikap mandiri
dalam memilih kegiatan.
2. Mau berbagi, menolong, dan
membantu teman.
3. Menunjukan antusiasme dalam
melakukan permainan
kompetitif secara positif.
4. Mengendalikan perasaan.
5. Menaati aturan yang berlaku
dalam suatu permainan.
6. Menunjukkan rasa percaya diri.
7. Menjaga diri sendiri dari
lingkungannya.
8. Menghargai orang lain.
5. Menaati aturan yang berlaku
dalam suatu permainan.
7. Menjaga diri sendiri dari
lingkungannya.

4
Fisik motorik
C.Kesehatan Fisik
1.memiliki kesesuaian antara usia dengan berat badan
2. memiliki kesesuaian antara usia dengan tinggi badan
3. memiliki kesesuaian antara tinggi badan dengan berat badan

A.Motorik Kasar
1. minenirukan gerakan binatang, pohon tertiup angin, pesawat terbang, dsb.
2.melakukan gerakan menggantung (bergelayut)
3.melakukan gerakan melompat, meloncat dan berlari secara berkoordinasi
4.melempar sesuatu secara terarah
5.menangkap sesuatu secara tepat
6. melakukan gerakan antisipasi
7.menendang sesuatu secara teratur
8. kemampuan dasar memamfaatkan alat pemainan di luar kelas

B.Motorik Halus
1.membuat gris vetikal, horizontal, lengkug kii atau kana, miring kri/kanan dan lingkaran
2.menjiplak bentuk
3.mengkordinasikan mata dan tangan utuk melakukan gerakan yang rumit
4.melakukan gerakan manipulatif untuk menghasilkan suatu bentuk dengan menggunakn berbagai media
5.mengekspresikan diri dengan berkaya seni menggunakan bebagai media
5
Bahasa
B.mengungkapkan Bahasa
6. Menyatakan alasan terhadap
sesuatu yang diinginkan atau
ketidaksetujuan.
5. Mengutarakan pendapat
kepada orang lain.


A.Menerima Bahasa
1.menyimak perkataan orang lain (bahasa ibu atau bahasa lainnya)
2.mengerti 2 perintah yang diberikan secara bersamaan
3.memahami cerita yang dibacakan
4.mengenal perbndaharaan kata mengenai kata sifat (nakal, pelit, baik hati, berani, baik, jelek, dsb)

B.mengungkapkan Bahasa
1.mengulang kalimat sederhana
2.menjawab pertanyaan sederhana
3.mengungkapkan perasaan dengan kata sifat (baik, senang,pelit, nakal, baik hati, berani, baik, jelek, dsb)
4. Menyebutkan kata-kata yang
dikenal.
5. Mengutarakan pendapat
kepada orang lain.
6. Menyatakan alasan terhadap
sesuatu yang diinginkan atau
ketidaksetujuan.
7. Menceritakan kembali
cerita/dongeng yang pernah
didengar.

C.keaksaraan
1.Mengenal simbol-simbol.
2. Mengenal suara–suara
hewan/benda yang ada di
sekitarnya.
3. Membuat coretan yang
bermakna.
4. Meniru huruf.

  ü  Arin Apriani Ratnasari (1104323)
  ü  Deh Iyan Apriani Rohmah (1104322)
  ü  Dian Surya Aprilianti (1103011)
  ü  Hana Hapipah (1103063)
  ü  Meti Rahmawati (1102353)
  ü  Vidya Pitaloka (1104423)
  ü  Yuli Kartini (1107145)

    UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
    KAMPUS CIBIRU
    PGPAUD

Kamis, 15 Maret 2012

surat dari bayi yang di aborsi

7 hal yang membuat pria putuskan cinta

Ghiboo.com - Ketika Anda telah menjalin hubungan cukup lama dengan pasangan Anda, tentu harapan selanjutnya adalah menuju ke pelaminan. Tapi alangkah kagetnya Anda, ketika tiba-tiba pacar Anda justru memutuskan hubungan, sebagai wanita tentu ini sangat menyakitkan.
Tapi sebelum perasaan sakit bahkan benci merasuk di hati Anda, coba pikirkan kira-kira apa yang membuat kekasih Anda mengambil langkah ekstrim ini. Berikut ada beberapa alasan pria memutuksan hubungan dengan kekasihnya:
Waktunya berakhir
Wanita umumnya berusaha menjaga kesetiaan kepada pasangannya. Namun berbeda dengan pria, mereka cenderung mencari sosok yang betul-betul cocok dan pas untuk dijadikan pasangan hidup. Jika dengan Anda, dia merasa belum pas maka dia akan meninggalkan Anda.
Mereka Menginginkan Pasangan Sempurna
Setiap pria memiliki fantasi masing-masing akan pasangan yang ideal. Banyak pria yang berharap memiliki pasangan yang dapat menerima mereka seutuhnya, mampu menampilkan sisi terbaiknya dan bisa membantunya untuk berkembang. Ketika pria belum menemukannya, mereka akan terus mencari.
Kebiasaan buruk yang tidak dia sukai
Berusahalah untuk memahami karakter pasangan Anda dan kenali apa yang dia sukai atau tidak. Karena banyak pria yang memutuskan pacarnya karena membersihkan gigi di depannya atau berkelakar terlalu berlebihan
Berikan juga perhatian
Sebagai wanita Anda biasanya maunya dituruti, minta ditemani ke salon atau merajuk minta dibeliin ini atau itu. Tapi pernahkah Anda memberikan perhatian balik ketika pacar Anda minta ditemani nonton atau lainnya?
Pria juga cemburu
Pria bukannya makhluk yang tidak punya hati sehingga mereka juga bisa cemburu. Jika Anda orang yang mudah dekat dengan pria lain apakah itu teman kantor, jelaskan kepada pacar Anda kalau kedekatan Anda hanya sebagai teman.
Desakan Keluarga
Hubungan yang Anda jalani bukan hanya antara Anda berdua, melainkan antara dua keluarga. Beberapa pria dipaksa oleh keluarganya untuk memutuskan pacarnya karena keluarganya tidak menyenangi si wanita. Jadi Anda juga harus pandai mengambil hati keluarga pacar Anda. Tunjukkan perhatian kepada keluarganya bahwa Anda juga menyayangi mereka dan Anda senang bersama mereka.
Takut dengan Komitmen
Pria yang takut komitmen sering disalahartikan. Komitmen merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari ketika pria betul-betul ingin membangun hubungan. Tetapi pria menjadi takut berkomitmen karena mereka merasa sudah tidak cocok dengan hubungan yang dijalankan atau tidak merasa nyaman dengan kekasihnya.

Nah, coba Anda pikirkan baik baik sekarang...

Senin, 12 Maret 2012

SNMPTN tertulis

SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) TAHUN 2012
JALUR UJIAN TERTULIS

1.    LATAR BELAKANG
Jalur Ujian Tertulis dan Keterampilan merupakan salah satu jalur SNMPTN yang diharapkan mampu memprediksi keberhasilan calon mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu di perguruan tinggi. Ujian tertulis menggunakan soal ujian yang dikembangkan sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan validitas, tingkat kesulitan, dan daya pembeda yang memadai. Disamping itu, soal SNMPTN dirancang untuk mengukur kemampuan umum yang diprediksi menentukan keberhasilan calon mahasiswa di semua program studi, yakni kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking), yang meliputi Tes Potensi Akademik (TPA), Tes Bidang Studi Dasar, Tes Bidang Studi IPA, dan Tes Bidang Studi IPS. Ujian Keterampilan dilakukan untuk mengukur kemampuan dalam bidang ilmu Seni dan Keolahragaan.

2.    TUJUAN
  1. Menjaring calon mahasiswa yang diprediksi berhasil menyelesaikan studi di perguruan tinggi.
  2. Memberi peluang bagi calon mahasiswa untuk memilih lebih dari satu program studi di PTN
  3. Memberi peluang bagi calon mahasiswa untuk memilih lebih dari satu PTN lintas wilayah tanpa harus memperhatikan kesamaan lokasi antara calon peserta dan PTN yang dipilih.
3.    KETENTUAN UMUM DAN PERSYARATAN
3.1    Ketentuan Umum
Jalur Ujian Tertulis dan Keterampilan adalah mekanisme seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri melalui ujian tertulis dan keterampilan yang dilakukan serentak secara nasional. Lokasi pelaksanaan SNMPTN dibagi menjadi 4 (empat) wilayah. Penjelasan tentang pembagian wilayah dapat dilihat dalam Panduan Peserta yang dapat diakses melalui lamanhttp://www.snmptn.ac.id.

3.2    Persyaratan
3.2.1.    Pendaftaran
  1. Lulus dari Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional SMA/MA/SMK/MAK atau yang setara tahun 2010, 2011, dan 2012. Lulusan tahun 2010 dan 2011 memiliki ijazah SMA/MA/SMK/MAK atau yang setara dan lulusan tahun 2012 sekurang-kurangnya telah memiliki Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) dari Kepala Sekolah yang dilengkapi dengan pasfoto terbaru yang bersangkutan dan dibubuhi cap sekolah.
  2. Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembelajaran di perguruan tinggi.
  3. Tidak buta warna bagi program studi tertentu.
3.3.2.    Penerimaan
Lulus dari Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional, lulus seleksi Jalur Ujian Tertulis SNMPTN 2012, sehat, dan memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN penerima.

4.    PENDAFTARAN DAN TATA CARA PENDAFTARAN
  1. Pendaftaran dilakukan secara online dan tata cara pendaftaran secara lengkap dapat dilihat pada lamanhttp://ujian.snmptn.ac.id.
  2. Tatacara pengisian borang pendaftaran ujian tertulis dan keterampilan dapat diunduh (download) dari lamanhttp://download.snmptn.ac.id mulai tanggal 30 April 2012.
  3. Pendaftaran online dimulai dari tanggal 10 Mei 2012 pukul 08.00 WIB s.d 31 Mei 2012 pukul 22.00 WIB.
5.    JENIS UJIAN
5.1.    Ujian Tertulis
Ujian Tertulis terdiri dari:
a.    Tes Potensi Akademik (TPA)
b.    Tes Bidang Studi (TBS) Prediktif:
i.    Tes Bidang Studi Dasar terdiri atas mata ujian Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
ii.    Tes Bidang Studi IPA terdiri atas mata ujian Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika.
iii.    Tes Bidang Studi IPS terdiri atas mata ujian Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi.

5.2.    Ujian Keterampilan:
Ujian Ketrampilan diperuntukkan bagi peminat:
  1. Program Studi bidang Ilmu Seni
  2. Program Studi bidang Ilmu Keolahragaan
6.    PENYELENGGARAAN UJIAN KETERAMPILAN UNTUK PROGRAM STUDI BIDANG ILMU SENI DAN BIDANG ILMU KEOLAHRAGAAN
Peserta ujian yang memilih program studi bidang Ilmu Seni dan/atau Ilmu Keolahragaan diwajibkan mengikuti ujian keterampilan yang dilaksanakan pada tanggal 14 dan/atau 15 Juni 2012. Peserta Ujian dapat mengikuti Ujian Keterampilan di PTN yang memiliki program studi yang dipilih. Daftar PTN yang memiliki program studi penyelenggara ujian keterampilan secara lengkap dapat dilihat di laman http://www.snmptn.ac.id.

7.    JADWAL UJIAN
7.1.    Ujian Tertulis
Selasa, 12 Juni 2012    :    Tes Potensi Akademik dan Tes Bidang Studi Dasar
Rabu,   13 Juni 2012    :    Tes Bidang Studi IPA dan Tes Bidang Studi IPS
7.2.    Ujian Keterampilan
Ujian Keterampilan dilaksanakan pada tanggal 14 dan/atau 15 Juni 2012.

8.    PENILAIAN HASIL UJIAN
     Penilaian hasil ujian menggunakan ketentuan sebagai berikut:
      Jawaban BENAR    :    + 4
      Jawaban SALAH    :    -  1
      Tidak Menjawab    :      0

Penilaian dilakukan secara menyeluruh. Oleh karena itu, setiap mata ujian harus dikerjakan sebaik mungkin dan tidak ada yang diabaikan.

9.    KELOMPOK UJIAN
     Kelompok ujian tertulis SNMPTN terbagi menjadi 3 (tiga):
a.    Kelompok Ujian IPA
b.    Kelompok Ujian IPS
c.    Kelompok Ujian IPC
Setiap peserta dapat mengikuti kelompok ujian IPA, IPS, atau IPC tidak harus sesuai dengan jurusan SMA/MA/SMK/MAK yang bersangkutan.

10.     KELOMPOK PROGRAM STUDI DAN JUMLAH PILIHAN
  1. Program Studi yang ada di PTN dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Program Studi kelompok IPA dan IPS.
  2. Setiap peserta kelompok ujian IPA atau IPS dapat memilih maksimal 2 (dua) program studi sesuai dengan kelompok ujian yang diikuti.
  3. Setiap peserta kelompok ujian IPC dapat memilih maksimal 3 (tiga) program studi dengan catatan minimal satu program studi kelompok IPA dan satu program studi kelompok IPS.
  4. Urutan dalam pemilihan program studi menyatakan prioritas pilihan.
  5. Peserta ujian yang memilih hanya 1 (satu) program studi, pilihan program studi dapat dari PTN di Wilayah mana saja.
  6. Peserta ujian yang memilih 2 (dua) program studi atau lebih, salah satu pilihan program studi tersebut harus dari PTN yang berada dalam satu Wilayah dengan tempat peserta mengikuti ujian. Pilihan program studi yang lain dapat dari PTN di luar Wilayahnya.
  7. Daftar program studi, daya tampung tahun 2012, dan jumlah peminat tahun 2011 dapat dilihat di lamanhttp://www.snmptn.ac.id.
11.     BIAYA SELEKSI UJIAN TERTULIS DAN KETERAMPILAN
Biaya seleksi Jalur Ujian Tertulis dan Keterampilan adalah :
  1. Rp.150.000,00 (Seratus lima puluh ribu rupiah) per peserta untuk kelompok IPA atau kelompok IPS.
  2. Rp.175.000,00 (Seratus tujuh puluh lima ribu rupiah) per peserta untuk kelompok IPC (IPA dan IPS).
  3. Rp.150.000,00 (Seratus lima puluh ribu rupiah) per peserta per ujian keterampilan bagi yang memilih program studi yang mempersyaratkan Jalur Ujian Keterampilan.
  4. Biaya ujian dibayarkan ke Bank Mandiri.
  5. Biaya yang sudah dibayarkan tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apapun.
12.     PENGUMUMAN HASIL UJIAN
Hasil ujian akan diumumkan pada hari Sabtu, 7 Juli 2012 mulai pukul 19.00 WIB dan dapat diakses di lamanhttp://www.snmptn.ac.id.

13.    PESERTA PELAMAR BIDIKMISI
  1. Calon peserta Bidikmisi terlebih dahulu mempelajari prosedur pendaftaran Bidikmisi melalui lamanhttp://bidikmisi.dikti.go.id.
  2. Calon peserta Bidikmisi terlebih dahulu harus mendaftar ke laman http://bidikmisi.dikti.go.id.
  3. Calon peserta Bidikmisi yang dinyatakan memenuhi persyaratan oleh Ditjen Dikti akan memperoleh KAP dan PIN untuk mendaftar SNMPTN Jalur Ujian Tertulis melalui laman http://ujian.snmptn.ac.id, tanpa harus membayar biaya ujian.
  4. Calon peserta Bidikmisi yang dinyatakan tidak memenuhi persyaratan seleksi Jalur Undangan atau dinyatakan tidak diterima melalui seleksi Jalur Undangan, maka KAP dan PIN dapat digunakan kembali untuk mendaftar SNMPTN Jalur Ujian Tertulis tanpa harus membayar biaya ujian.
  5. Apabila calon peserta Bidikmisi telah dinyatakan lulus melalui seleksi Jalur Undangan dan berkeinginan untuk mendaftar SNMPTN Jalur Ujian Tertulis, maka PIN yang telah diperoleh dinyatakan tidak berlaku dan yang bersangkutan harus membayar biaya ujian dengan menggunakan KAP yang telah diperoleh sebelumnya.
14.    LAMAN  RESMI DAN ALAMAT PANITIA PELAKSANA
  1. Informasi resmi mengenai SNMPTN dapat diakses melalui laman resmi http://www.snmptn.ac.id.
  2. Informasi resmi lainnya juga dapat diperoleh melalui Twitter SNMPTN: @2012snmptn, Facebook (http://www.facebook.com/groups/snmptn), http://halo.snmptn.ac.id, dan call center: 08041450450
  3. Alamat Panitia SNMPTN 2012: Direktorat Pendidikan, Gedung Rektorat ITB lantai 4, Jl. Tamansari No.64 Bandung 40116. Telp/Fax. (022) 2530689, e-mail: panitia@snmptn.ac.id.
15.     LAIN-LAIN
Segala perubahan ketentuan yang berkaitan dengan pelaksanaan SNMPTN 2012 akan diinformasikan melalui laman SNMPTN 2012 dan menjadi bagian dari Prosedur Operasional Baku (POB) SNMPTN 2012.

Kamis, 08 Maret 2012

choise

Terkadang berfikir untuk mundur dan menjauh itu lebih baik
tak berarti untuk mengalah, karena tak ada kompetisi untuk ini
hanya merasa tak enak pada mereka
mungkin terganggu dengan adanya tubuh ini
mungkin risih dengan aku selalu ada didekat mereka
menjauh .....
satu satunya cara untuk membuat semuanya lebih baik
selalu terpikir bahwa itu jalan terbaik
pergi dari semua tentangnya
semua orang yang berhubungan dengannya
sungguh, semua itu sangat menguras hati
sakit sekali Tuhan
ketika aku mengunjungi keluarganya
seakan keberadaanku tak diinginkan olehnya
seakan ada kata "tak usah lagi datang" yang ada dimatanya
tapi disisi lain
semua keluarganya selalu memanggilku dengan kata sayang
selalu merindukanku dihadapan mereka
teteh, ibu, bapa dan iam
perlakuan sangat istimewa yang mereka berikan
saat muali merasa wakt yang tepat untuk menjauh
mereka yang selalu terus mendekat
semakin memberiku kasih sayang yang lebih lebih dan lebih
seakan aku tak boleh pergi dari mereka
seakan aku dibutuhkan untuk mereka
oh Tuhan
pilihan ini sungguh tak bisa ku putuskan
semua ini karena status
seandainya waktu bisa diperbaiki
saat ini mungkin aku menyerah dengan keadaan
semoga ini yang terbaik untuk semuanya