Laman

Kamis, 15 Desember 2011

sahabat

sahabat, aku ingin bernyanyi, tersenyum, tertawa setiap hari bersamamu
aku ingin menghayal, berimajinasi merangkai masa depan bersamamu
aku ingin menangis, berteriak, bersama-sama denganmu
aku ingin berbahagia bersamamu apapun yang terjadi
aku ingin selalu mendampingimu apapun sesulit apapun kisah ini
aku ingin selalu menjadi bahu tempat kau bersandar untuk semua beban mu
aku ingin menjadi tumpuan mu ketika kamu lemas dalam hidup ini
aku ingin menjadi petunjuk ketika kamu kehilangan arah
aku ingin menjadi pendengar setia ketika kau membutuhkan ku
meskipun hanya untuk mendengar keluh kesahmu
meskipun hanya mendengarkanmu menggerutu, mengeluh, tertawa atau menangis
aku hanya punya telinga yang selalu siap mendengar semua ceritamu
aku hanya punya hati yang aku gunakan untuk menyayangimu
aku hanya punya mata yang bisa ku pakai menangis bersamamu membagi dalam semua keadaan
karena sahabat...
aku mampu tegar karenamu
aku mampu ceria bersamamu
aku mampu menatap dan melawati hari denganmu
aku mampu berpegangan erat ditanganmu
aku mampu selalu berdiri disampingmu
karena aku mampu menemanimu selamanya

Rabu, 07 Desember 2011

That Should Be Me - justin Bieber

Everybody’s laughing in my mind
Rumors spreading about this other guy
Do you do what you did what you did with me
Does he love you the way I can
Did you forget all the plans that you made with me
Cause baby I didn’t
That should be me holding your hand
That should be me making you laugh
That should be me this is so sad
That should be me
That should be me
That should be me feeling your kiss
That should be me buying you gifts
This is so wrong
I can’t go on
‘Till you believe
That that should be me
That should be me
You said you needed a little time from my mistakes
It’s funny how you used that time to have me replaced
Did you think that I wouldn’t see you out at the movies
What you doin’ to me
You’re taking him where we used to go
Now if you’re trying to break my heart
It’s working cause you know
That that should be me holding your hand
That should be me making you laugh
That should be me this is so sad
That should be me
That should be me
That should be me feeling your kiss
That should be me buying you gifts
This is so wrong I can’t go on
‘Till you believe
That should be me
I need to know should I fight for love
Or disarm
It’s getting harder to shield
This pain is my heart
Ooh Ooh
That should be me holding your hand
That should be me making you laugh
That should be me this is so sad
That should be me
That should be me
That should be me feeling your kiss
That should be me buying you gifts
This is so wrong
I can’t go on
‘Till you believe
That that should be me
Holding your hand
That should be me
The one making you laugh (oh baby oh)
That should be me
That should be me
Giving you flowers
That should be me
Talking for hours
That should be me (that should be me)
That should be me
That should be me
Never should’ve let you go
I never should’ve let you go
That should be me
I never shoulda let you go
That should be me

Minggu, 04 Desember 2011

perempuan dan laki-laki

Anak Perempuan
Ketika seorang anak perempuan diam, berjuta-juta hal berada dalam fikirannya.
Ketika anak perempuan tidak membantah, dia sedang berfikir sangat dalam.
Ketika anak perempuan memandang dengan mata penuh tanya, dia ingin tahu berapa lama kita akan menemani.
Ketika anak perempuan menjawab “Saya baik-baik saja” setelah beberapa saat, tidaklah semuanya baik-baik saja.
Ketika anak perempuan memandang tajam, dia ingin tahu kenapa kita berbohong.
Ketika anak perempuan bersandar ke dada, dia berharap kita menjadi miliknya selamanya.

Anak Laki-laki
Ketika seorang anak laki-laki diam, dia tidak punya sesuatu yang ingin dikatakan.
Ketika anak laki-laki tidak membantah, dia dalam kondisi yang tidak ingin membantah.
Ketika anak laki-laki memandang dengan mata penuh tanya, dia benar-benar sedang kebingungan.
Ketika anak laki-laki menjawab “Saya baik-baik saja” setelah beberapa saat, semuanya adalah baik-baik saja.
Ketika anak laki-laki memandang tajam, dia sedang heran atau marah.
Ketika anak laki-laki tidur dipangkuan, dia berharap kita menjadi miliknya selamanya.

Sabtu, 03 Desember 2011

anak belajar dari kehidupan lingkungannya

Dorothy Law Nolte pernah menyatakan bahwa anak belajar dari kehidupan lingkungannya. Lengkapnya adalah :

Jika anak dibesarkan dengan celaan,
ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan,
ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan,
ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan,
ia belajar menyeasali diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi,
ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian,
ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan,
ia belajar keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman,
ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan dukungan,
ia belajar menyenangi diri
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan,
ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan

firman Allah tentang anak anak

“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di sisi Allah-lah pahala yang besar”. (QS 64:15)

“Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS 25:74)

“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (QS 46:15)

Vanilla twilight

The stars lean down to kiss you,
And I lie awake I miss you,
Pour me a heavy dose of atmosphere.
Cause I'll doze off safe and soundly,
But I'll miss your arms around me
I'll send a postcard to you dear,
Cause I wish you were here.

I watch the night turn light blue,
But it's not the same without you,
Because it takes two to whisper quietly,
The silence isn't so bad,
Till I look at my hands and feel sad,
Cause the spaces between my fingers
Are right where yours fit perfectly.

I'll find opposing new ways,
Though I haven't slept in two days,
Cause cold nostalgia chills me to the bone.
But drenched in Vanilla twilight,
I'll sit on the front porch all night,
Waist deep in thought because when I think of you.
I don't feel so alone.
I don't feel so alone.
I don't feel so alone.

As many times as I blink I'll think of you... tonight.
I'll think of you tonight.

When violet eyes get brighter,
And heavy wings grow lighter,
I'll taste the sky and feel alive again.
And I'll forget the world that I knew,
But I swear I won't forget you,
Oh if my voice could reach back through the past,
I'd whisper in your ear,
Oh darling I wish you were here.

Jumat, 02 Desember 2011

persib online

Prihatin pada PSSI.

Dua kompetisi menjadi dua kebenaran absolut di jagad si kulir bundar. Masing-masing merasa benar dengan kebenarannya. Padahal, masa depan sepakbola negeri ini berada di ambang kegelapan total.

Modal besar sebenarnya sudah dimiliki persepakbolaan kita. Melihat penampilan timnas U-23 dalam SEA Games XXVI/2011 lalu, rasanya, kita patut optimistis terhadap masa depan sepakbola Indonesia.

Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan bahkan menyebut sepakbola mampu membangkitkan rasa nasionalisme. 
Sayangnya, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tidak bisa memanfaatkan modal berharga tersebut. Kita kembali lemas bila melihat polemik yang melanda PSSI saat ini. Dualisme kompetisi seperti yang terjadi pada era kepemimpinan Nurdin Halid terulang dalam era kepemimpinan Djohar Arifin Husin. Kali ini lebih parah.

Pada masa Nurdin, konflik terjadi antara pengurus PSSI dan kelompok di luar pengurus. Saat itu juga ada musuh bersama, yakni Nurdin Halid. Kini konflik justru terjadi di internal kepengurusan. Terutama di komite eksekutif (exco).

Konflik tersebut juga melahirkan dua kompetisi, yakni Indonesian Premier League (IPL) yang diselenggarakan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Liga inilah yang diakui PSSI. Kemudian, ada Indonesia Super League (ISL) yang diselenggarakan PT Liga Indonesia. Lebih parah, dualisme kompetisi tersebut juga menimbulkan perpecahan di sejumlah klub. Dulu hanya Persebaya yang pecah menjadi dua, yakni Persebaya (divisi utama) dan Persebaya 1927 (LPI). Kali ini ada tiga klub besar yang pecah, yaitu PSMS Medan, Arema, serta Persija Jakarta.

Cukup sulit mencari solusi untuk menyudahi dualisme kompetisi. Tampaknya, persepakbolaan di tanah air sudah dikuasai dua kartel yang bersaing. Satu kartel berada di balik IPL dan satu lagi membekingi ISL. Mereka menggelontorkan uang puluhan miliar rupiah untuk penyelenggaraan kompetisi serta menyubsidi klub-klub.

Agak sulit untuk mengidentifikasi motif dua kartel sepakbola itu. Namun, yang pasti, antusiasme publik terhadap sepakbola tentu sangat menggiurkan bagi siapa pun. Tapi, cukup mudah mengidentifikasi motif para kaki tangan kartel yang menjadi corong konflik PSSI. Motif mereka tentu saja uang dan popularitas. Para pion itulah yang kian menyuburkan konflik.

Bayangkan saja, ada orang yang sebelumnya sangat awam terhadap sepakbola namun dalam dua bulan menjadi sangat terkenal karena menjadi corong konflik. Sebelumnya hanyalah tokoh lokal, kini dia menjadi tokoh nasional di bidang sepakbola. Dia begitu menikmati konflik yang terjadi karena makin sering muncul di televisi nasional dan surat kabar. Seolah-olah merasa seperti pahlawan. Orang-orang semacam itu justru berharap konflik terus subur sehingga kantong mereka semakin tebal dan makin populer.

Sulit berharap kepada Djohar Arifin untuk bisa menyelesaikan masalah tersebut. Sebab, dia juga bagian dari konflik itu. Konflik di PSSI dan dualisme kompetisi akan selesai bila dua kartel sepakbola tersebut bisa dipertemukan dalam satu meja. Tapi, mempertemukan mereka bukan hal yang mudah. Yang bisa dilakukan saat ini adalah mengambil hikmah dari dualisme kompetisi tersebut. Siapa tahu, dengan dua kompetisi, makin banyak pemain yang tertampung di klub, sehingga makin banyak pemain berbakat yang muncul.