Laman

Minggu, 04 Desember 2011

perempuan dan laki-laki

Anak Perempuan
Ketika seorang anak perempuan diam, berjuta-juta hal berada dalam fikirannya.
Ketika anak perempuan tidak membantah, dia sedang berfikir sangat dalam.
Ketika anak perempuan memandang dengan mata penuh tanya, dia ingin tahu berapa lama kita akan menemani.
Ketika anak perempuan menjawab “Saya baik-baik saja” setelah beberapa saat, tidaklah semuanya baik-baik saja.
Ketika anak perempuan memandang tajam, dia ingin tahu kenapa kita berbohong.
Ketika anak perempuan bersandar ke dada, dia berharap kita menjadi miliknya selamanya.

Anak Laki-laki
Ketika seorang anak laki-laki diam, dia tidak punya sesuatu yang ingin dikatakan.
Ketika anak laki-laki tidak membantah, dia dalam kondisi yang tidak ingin membantah.
Ketika anak laki-laki memandang dengan mata penuh tanya, dia benar-benar sedang kebingungan.
Ketika anak laki-laki menjawab “Saya baik-baik saja” setelah beberapa saat, semuanya adalah baik-baik saja.
Ketika anak laki-laki memandang tajam, dia sedang heran atau marah.
Ketika anak laki-laki tidur dipangkuan, dia berharap kita menjadi miliknya selamanya.

Sabtu, 03 Desember 2011

anak belajar dari kehidupan lingkungannya

Dorothy Law Nolte pernah menyatakan bahwa anak belajar dari kehidupan lingkungannya. Lengkapnya adalah :

Jika anak dibesarkan dengan celaan,
ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan,
ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan,
ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan,
ia belajar menyeasali diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi,
ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian,
ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan,
ia belajar keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman,
ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan dukungan,
ia belajar menyenangi diri
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan,
ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan

firman Allah tentang anak anak

“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di sisi Allah-lah pahala yang besar”. (QS 64:15)

“Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS 25:74)

“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (QS 46:15)

Vanilla twilight

The stars lean down to kiss you,
And I lie awake I miss you,
Pour me a heavy dose of atmosphere.
Cause I'll doze off safe and soundly,
But I'll miss your arms around me
I'll send a postcard to you dear,
Cause I wish you were here.

I watch the night turn light blue,
But it's not the same without you,
Because it takes two to whisper quietly,
The silence isn't so bad,
Till I look at my hands and feel sad,
Cause the spaces between my fingers
Are right where yours fit perfectly.

I'll find opposing new ways,
Though I haven't slept in two days,
Cause cold nostalgia chills me to the bone.
But drenched in Vanilla twilight,
I'll sit on the front porch all night,
Waist deep in thought because when I think of you.
I don't feel so alone.
I don't feel so alone.
I don't feel so alone.

As many times as I blink I'll think of you... tonight.
I'll think of you tonight.

When violet eyes get brighter,
And heavy wings grow lighter,
I'll taste the sky and feel alive again.
And I'll forget the world that I knew,
But I swear I won't forget you,
Oh if my voice could reach back through the past,
I'd whisper in your ear,
Oh darling I wish you were here.

Jumat, 02 Desember 2011

persib online

Prihatin pada PSSI.

Dua kompetisi menjadi dua kebenaran absolut di jagad si kulir bundar. Masing-masing merasa benar dengan kebenarannya. Padahal, masa depan sepakbola negeri ini berada di ambang kegelapan total.

Modal besar sebenarnya sudah dimiliki persepakbolaan kita. Melihat penampilan timnas U-23 dalam SEA Games XXVI/2011 lalu, rasanya, kita patut optimistis terhadap masa depan sepakbola Indonesia.

Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan bahkan menyebut sepakbola mampu membangkitkan rasa nasionalisme. 
Sayangnya, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tidak bisa memanfaatkan modal berharga tersebut. Kita kembali lemas bila melihat polemik yang melanda PSSI saat ini. Dualisme kompetisi seperti yang terjadi pada era kepemimpinan Nurdin Halid terulang dalam era kepemimpinan Djohar Arifin Husin. Kali ini lebih parah.

Pada masa Nurdin, konflik terjadi antara pengurus PSSI dan kelompok di luar pengurus. Saat itu juga ada musuh bersama, yakni Nurdin Halid. Kini konflik justru terjadi di internal kepengurusan. Terutama di komite eksekutif (exco).

Konflik tersebut juga melahirkan dua kompetisi, yakni Indonesian Premier League (IPL) yang diselenggarakan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Liga inilah yang diakui PSSI. Kemudian, ada Indonesia Super League (ISL) yang diselenggarakan PT Liga Indonesia. Lebih parah, dualisme kompetisi tersebut juga menimbulkan perpecahan di sejumlah klub. Dulu hanya Persebaya yang pecah menjadi dua, yakni Persebaya (divisi utama) dan Persebaya 1927 (LPI). Kali ini ada tiga klub besar yang pecah, yaitu PSMS Medan, Arema, serta Persija Jakarta.

Cukup sulit mencari solusi untuk menyudahi dualisme kompetisi. Tampaknya, persepakbolaan di tanah air sudah dikuasai dua kartel yang bersaing. Satu kartel berada di balik IPL dan satu lagi membekingi ISL. Mereka menggelontorkan uang puluhan miliar rupiah untuk penyelenggaraan kompetisi serta menyubsidi klub-klub.

Agak sulit untuk mengidentifikasi motif dua kartel sepakbola itu. Namun, yang pasti, antusiasme publik terhadap sepakbola tentu sangat menggiurkan bagi siapa pun. Tapi, cukup mudah mengidentifikasi motif para kaki tangan kartel yang menjadi corong konflik PSSI. Motif mereka tentu saja uang dan popularitas. Para pion itulah yang kian menyuburkan konflik.

Bayangkan saja, ada orang yang sebelumnya sangat awam terhadap sepakbola namun dalam dua bulan menjadi sangat terkenal karena menjadi corong konflik. Sebelumnya hanyalah tokoh lokal, kini dia menjadi tokoh nasional di bidang sepakbola. Dia begitu menikmati konflik yang terjadi karena makin sering muncul di televisi nasional dan surat kabar. Seolah-olah merasa seperti pahlawan. Orang-orang semacam itu justru berharap konflik terus subur sehingga kantong mereka semakin tebal dan makin populer.

Sulit berharap kepada Djohar Arifin untuk bisa menyelesaikan masalah tersebut. Sebab, dia juga bagian dari konflik itu. Konflik di PSSI dan dualisme kompetisi akan selesai bila dua kartel sepakbola tersebut bisa dipertemukan dalam satu meja. Tapi, mempertemukan mereka bukan hal yang mudah. Yang bisa dilakukan saat ini adalah mengambil hikmah dari dualisme kompetisi tersebut. Siapa tahu, dengan dua kompetisi, makin banyak pemain yang tertampung di klub, sehingga makin banyak pemain berbakat yang muncul.

Rabu, 30 November 2011

jadwal PERSIB putaran pertama

Berikut adalah 11 laga Persib di putaran I ISL musim 2011-2012 yang rencananya akan disiarkan langsung oleh ANTV :

03-12-2011 Persib vs Persiram Raja Ampat (Live ANTV, pukul 18:30 WIB)
07-12-2011 Persib vs Sriwijaya FC (Live ANTV, pukul 15:30 WIB)
12-12-2011 Deltras vs Persib (Live ANTV, pukul 18:30 WIB)
17-12-2011 Persidafon vs Persib
05-01-2012 Persib vs PSAP Sigli (Live ANTV, pukul 15:30 WIB)
09-01-2012 Persib vs PSMS
14-01-2012 Mitra Kukar vs Persib (Live ANTV, pukul 18:30 WIB)
17-01-2012 Persisam vs Persib (Live ANTV, pukul 15:30 WIB)
24-01-2012 Persib vs PSPS (Live ANTV, pukul 15:30 WIB)
29-01-2012 Persib vs Persija (Live ANTV, pukul 18:30 WIB)
05-02-2012 Pelita Jaya vs Persib (Live ANTV, pukul 18:30 WIB)
15-02-2012 Persiwa vs Persib
19-02-2012 Persipura vs Persib
11-03-2012 Persib vs Persela
15-03-2012 Persib vs Arema Malang (Live ANTV, pukul 18:30 WIB)
19-03-2012 Gresik United vs Persib
24-03-2012 Persiba vs Persib (Live ANTV, pukul 18:30 WIB)

Keterangan :
* Jadwal pertandingan & siaran langsung televisi sewaktu-waktu bisa berubah.
* PT. Liga Indonesia & ANTV belum menentukan jadwal siaran langsung televisi untuk putaran II ISL 2011-2012.



Info Tiket Kandang:
VIP: 100.000
SAMPING:75.000
TIMUR:42.000
UTARA:21.000
SELATAN:23.000

Selasa, 29 November 2011

teori perkembangan albert bandura

Tokoh teori belajar sosial yang terkenal adalah Albert Bandura (lahir pada tahun 1925). Dia adalah seorang psikolog berkebangsaan amerika lulusan universitas Stanford amerika serikat. Pada mulanya Bandura adalah psikolog beralira Behaviorisme, Bandura memandang bahwa tingkah laku bukan semata-mata refleks otomatis atas stimulus (S-R bond) melainkan juga akibat yang timbul akibat interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif manusia itu sendiri.

Asumsi utama teori belajar sosial  adalah bahwa orang melakukan perilaku dengan cara yang memungkinkan timbulnya penguatan. Penguatan yang mengendalikan ekspresi tingkah laku yang dipelajari bersifat :
§  Langsung yakni ganjaran nyata, dukungan atau celaan sosial pengurangan kondisi afersif
§  Dari orang lain, pengamatan terhadap orang yang serupa dengan perilakunya
§  Dilakukan sendiri, evaluasi tentang penampilan diri sendiri dengan memuji atau mencela diri sendiri

Menurut ahli teori belajar sosial, tindakan seseorang dalam situasi tertentu tergantung pada karakteristik khusus situasi tersebut, penilaian orang itu mengenai situasi tersebut, penguatan masa lampau terhadap perilaku dalam situasi yang serupa/pengamatan terhadap orang lain dalam situasi yang sama.

Dalam memprediksi perilaku seseorang dalam situasi tertentu ahli teori belajar sosial lebih menekankan makna penting perbedaan perkembangan kognitif dan pengalaman belajar sosial daripada trait motivasional (seperti agresi/ketergantungan) perbedaan individual yang berinteraksi dengan kondisi situasional untuk mempengaruhi perilaku :
§  Kompetensi
§  Strategi kognitif
§  Dugaan
§  Nilai-nilai subyektif
§  Rencana dan sistem pengaturan diri

PEMBELAJARAN
Satu asumsi paling awal dan mendasar teori kognitif sosial Bandura adalah manusia cukup fleksibel dan sanggup mempelajari beragam kecakapan bersikap maupun berperilaku, dan bahwa titik pembelajaran terbaik dari semua ini adalah pengalaman-pengalaman tak terduga (vicarious experiences).
☻ Pembelajaran dengan Mengamati (Observational Learning)
Bandura yakin bahwa tindakan mengamati memberikan ruang bagi manusia untuk belajar tanpa berbuat apa pun. Manusia mengamati fenomena alam, tumbuhan, hewan, air terjun, gerakan bulan dan bintang, dan seterusnya, tetapi yang lebih penting bagi teori kognitif sosial adalah manusia belajar dengan mengamati perilaku orang lain.
Pembelajaran manusia yang utama adalah dengan mengamati model-model, dan pengamatan inilah yang terus-menerus diperkuat. Bandura (1986, 2003) yakin bahwa pembelajaran dengan mengamati jauh lebih efisien daripada pembelajaran dengan mengalami langsung.
☻ Pemodelan
Inti pembelajaran dengan mengamati adalah pemodelan (modelling). Yaitu, pemodelan melibatkan proses-proses kognitif, jadi tidak hanya meniru, lebih dari sekedar menyesuaikan diri dengan tindakan orang lain karena sudah melibatkan perepresentasian informasi secara simbolis dan menyimpannya untuk digunakan di masa depan.
Faktor yang menentukan seseorang belajar dari model atau tidak, yaitu:Pertama, karakteristik model sangat penting. Kedua, konsekuensi dari perilaku yang dimodelkan dapat memberikan efek bagi pengamatnya.
☻ Proses-Proses yang Mengatur Pembelajaran dengan Mengamati
Empat proses yang mengatur pembelajaran dengan mengamati:
1.      Perhatian: Pertama, memiliki kesempatan untuk mengamati individu yang padanya kita sering mengasosiasikan diri. Kedua, model-model yang atraktif lebih banyak diamati daripada yang tidak figur-figur populer di televisi, olahraga atau film sering kali diburu-buru beritanya.
2.      Representasi: Agar pengamatan dapat membawa kita kepada pola-pola respons yang baru, pola-pola tersebut harus direpresentasikan secara simbolis di dalam memori.
3.      Produksi Perilaku: Setelah memberi perhatian kepada sebuah model dan mempertahankan apa yang sudah diamati, kita akan menghasilkan perilaku. Untuk mengubah representasi kognitif menjadi tindakan yang tepat, kita harus menanyakan pada diri sendiri beberapa pertanyaan tentang perilaku yang dijadikan model.
4.      Motivasi: Pembelajaran dengan mengamati paling efektif ketika subjek yang belajar termotivasikan untuk melakukan perilaku yang dimodelkan.
☻ Pembelajaran dengan Bertindak (Enactive Learning)
Bandura yakin bahwa perilaku yang kompleks dapat dipelajari ketika manusia memikirkan dan mengevaluasi konsekuensi-konsekuensi dari perilaku tersebut. Konsekuensi-konsekuensi sebuah respons memiliki tiga fungsi. Pertama, konsekuensi-konsekuensi respons menginformasikan efek-efek tindakan. Kedua, konsekuensi-konsekuensi respons memotivasi perilaku antisipatif. Ketiga, konsekuensi respons-respons memperkuat perilaku.
            Bandura (1986) yakin bahwa meskipun penguatan sering kali tidak disadari dan bekerja otomatis namun, campur tangan kognitif juga mempengaruhi pola-pola perilaku yang kompleks. Dia yakin bahwa pembelajaran jauh lebih efisien ketika pembelajar secara kognitif terlibat di dalam situasi pembelajaran dan memahami perilaku mana yang dapat menghasilkan respons-respons yang tepat.
Bandura percaya bahwa perilaku baru dapat dicapai lewat dua jenis pembelajaran utama: pembelajaran dengan mengamati dan pembelajaran dengan bertindak.

PENYEBAB RESIPROK TRIADIK
Teori kognitif sosialnya meyakini fungsi psikologis bekerja dalam bentukpenyebab resiprok triadik. Sistem ini menyatakan bahwa tindakan manusia adalah hasil dari interaksi tiga variabel yaitu lingkungan, perilaku dan pribadi.

KEAGENAN MANUSIA
Teori kognitif sosial mengambil sudut pandang keagenan terhadap kepribadian, artinya manusia memiliki kapasitas untuk melatih kendali atas hidupnya. Keagenan manusia (human agency) merupakan esensi kemanusiaan. Bandura (2001) yakin bahwa manusia adalah makhluk yang sanggup mengatur dirinya, proaktif, reflektif, dan mengorganisasikan diri, selain memiliki juga kekuatan untuk memengaruhi tindakan mereka sendiri demi menghasilkan konsekuensi yang diinginkan.

☻ Ciri-Ciri Utama Keagenan Manusia
1.      Intensionalitas, mengacu kepada tindakan-tindakan yang dilakukan dengan intensi tertentu.
2.      Prediksi, manusia saat menetapkan tujuan, mengantisipasi hasil tindakan, dan memilih perilaku mana yang dapat menghasilkan keluaran yang diinginkan serta menghindari yang tidak diinginkan.
3.      Refleksi diri, manusia adalah penguji fungsi dirinya sendiri, yang dapat memikirkan dan mengevaluasi sendiri motivasi, nilai, makna, dan tujuan hidupnya, bahkan sanggup memikirkan ketepatan pemikirannya sendiri.
4.      Kepercayaan diri, keyakinan bahwa mereka sanggup melakukan tindakan-tindakan yang akan menghasilkan efek yang diinginkan.
☻ Kemampuan Diri untuk Memengaruhi Hasil yang Diharapkan (Self-Efficacy)
Bandura (2001) mendefinisikan self efficacy ”keyakinan manusia pada kemampuan mereka untuk melatih sejumlah ukuran pengendalian terhadap fungsi diri mereka dan kejadian-kejadian di lingkungannya,” dan dia juga yakin kalau ”self-efficacy adalah fondasi keagenan manusia.”
Bandura membedakan antara ekspektasi-kemampuan-memengaruhi-hasil (efficacy expectation) dan ekspektasi hasil (outcome expectation). Ekspektasi-kemampuan-memengaruhi-hasil mengacu pada keyakinan manusia bahwa mereka memiliki kesanggupan untuk melakukan perilaku tertentu, sementara ekspektasi hasil mengacu kepada prediksi terhadap konsekuensi dari perilaku yang diinginkan.


Self-Efficacy pribadi didapatkan, dikembangkan, atau diturunkan melalui satu atau dari kombinasi dari empat sumber berikut (Bandura, 1997):
1.      Pengalaman-Pengalaman tentang Penguasaan. Sumber paling berpengaruh bagi self-efficacy adalah pengalaman-pengalaman tentang penguasaan (mastery experiences), yaitu performa-performa yang sudah dilakukan di masa lalu (Bandura, 1997).
2.      Pemodelan Sosial. Yaitu pengalaman-pengalaman tak terduga (vicarious experiences) yang disediakan orang lain.
3.      Persuasi Sosial. Self-efficacy dapat juga diraih atau dilemahkan lewat persuasi social. Efek-efek dari sumber ini agak terbatas namun, dalam kondisi yang tepat, persuasi orang lain dapat meningkatkan atau menurunkan self-efficacy.
4.      Kondisi Fisik dan Emosi. Emosi yang kuat biasanya menurunkan tingkat performa. Ketika mengalami rasa takut yang besar, kecemasan yang kuat dan tingkat stres yang tinggi, manusia memiliki ekspektansiself-efficacy yang rendah.

PENGATURAN DIRI
☻ Faktor-Faktor Eksternal Pengaturan Diri
1.      Faktor eksternal menyediakan standar untuk mengevaluasi perilaku kita sendiri.
2.      Faktor-faktor eksternal memengaruhi pengaturan diri dengan menyediakan cara-cara penguatan.
☻ Faktor-Faktor Internal Pengaturan Diri
1.      Observasian Diri (Self-Observationterhadap performa yang sudah dilakukan. Manusia sanggup memonitor penampilannya meskipun tidak lengkap atau akurat.
2.      Proses Penilaian (Judgmental Processmembantu meregulasi perilaku melalui proses mediasi kognitif. Proses penilaian bergantung pada empat hal: standar pribadi, performa-performa acuan, nilai aktivitas, dan penyempurnaan performa.
3.      Reaksi Diri (Self Reaction). Manusia merespons positif atau negatif perilaku mereka tergantung kepada bagaimana perilaku ini diukur dan apa standar pribadinya.

PERILAKU YANG DISFUNGSIONAL
☻ Depresi
Standar pribadi dan tujuan yang tinggi dapat mengarahkan kita kepada pencapaian dan kepuasan diri. Namun ketika manusia menetapkan tujuan terlalu tinggi, mereka akan lebih mudah gagal. Kegagalan sering membawa manusia kepada depresi, kemudian memandang rendah nilai pencapaian mereka sebelumnya.
Depresi disfungsional dapat terjadi di salah satu subfungsi pengaturan diri:Pertama, selama observasi diri, manusia bisa keliru menilai performa mereka atau mendistorsi memori tentang pencapaian di masa lalu. Kedua, pribadi yang depresi lebih mudah membuat penilaian yang keliru.
☻ Fobia-Fobia
Fobia adalah rasa takut yang cukup kuat dan bertahan lama, cukup untuk memberikan efek yang melumpuhkan seseorang dalam hidup sehari-harinya. Fobia dan rasa takut dipelajari melalui kontak langsung, generalisasi yang tidak tepat, khususnya dari pengalaman mengamati. Fobia sulit dihilangkan karena pribadi yang mengalaminya berusaha keras menghindari objek yang mengancam dirinya.
Perilaku disfungsional (penghindaran) terbentuk dan dipertahankan oleh interaksi mutual ekspektansi seseorang (keyakinan bahwa mereka akan diserang), lingkungan eksternal (taman kota), dan faktor-faktor perilaku (pengalaman mereka sebelumnya dengan rasa takut).
☻ Agresi
Menurut Bandura, perilaku agresif terbentuk dari mengobservasi orang lain, pengalaman langsung dengan penguatan positif dan negatif, pelatihan, atau instruksi, dan keyakina yang ganjil. Bandura, Dorrie Ross, dan Sheila Ross (1963) menemukan bahwa anak-anak yang mengamati orang lain bersikap agresif menunjukkan perilaku lebih agresif daripada kelompok terkontrol anak yang tidak melihat tindakan agresif.
Beberapa orang berpendapat bahwa anak-anak yang melihat perilaku kekerasan ditelevisi akan memiliki efek merusak pada anak. Artinya, anak-anak yang mengalami agresi terang-terangan akan lebih termotivasi untuk bertindak dengan cara-cara yang agresif. Bandura, Ross & Ross (1963) membuktikan bahwa kekerasan di televisi tidak menghentikan sifat agresi penontonnya, malah semakin menambah sikap agresif penontonnya.

TERAPI
Tujuan utama terapi kognitif sosial adalah pengaturan diri. Terapis harus menggunakan strategi, yaitu menggeneralisasikan perubahan itu ke situasi lain, dan mempertahankan perubahan-perubahan itu dengan mencegah pasien jatuh kembali ke perilaku yang sama.
Bandura (1986) menyarankan sejumlah pendekatan dasar terapi. Pertamaadalah pemodelan menyolok atau terang-terangan. Kedua pemodelan tersamar atau kognitif, terapis melatih pasien untuk memvisualisasikan model melakukan perilaku yang menakutkannya. Ketiga penguasaan tindakan, meminta pasien melakukan sejumlah perilaku yang menghasilkan ketakutan yang menyimpang.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEORI BELAJAR SOSIAL
·        Kelebihan
1. Berfokus pada situasi yang mempengaruhi perilaku
Satu karakteristik dari struktural, trait, dan teori organisme adalah bahwa mereka menempatkan penyebab perilaku utama di dalam diri seseorang dan oleh karena itu teori ini meramalkan bahwa seseorang akan bertindak sama pada situasi yang berbeda. Dengan begitu Freud, mengharapkan seorang anak dengan superego yang kuat menjadi sangat sulit dikontrol dalam kebanyakan situasi. Pada hal yang sama Piaget relatif tidak tertarik pada kenyataannya bahwa konservasi diperoleh untuk area tertentu sebelum yang lainnya atau memperoleh sebagian pengetahuan baru boleh jadi diperlihatkan di dalam situasi yang lainnya. Teori belajar, pada lawannya telah mengambil cara berpendirian berperilaku seseorang pada kenyataannya jenis tipikal dari situasi ke situasi yang lain, tergantung pada stimulus dan penguat yang ditemukan pada masing-masing situasi dan pada pengalaman masa lalu apakah yang diperoleh seseorang pada situasi tersebut.
2. Berfokus pada alat pengamatan, perilaku sosial emosional dan motivasi
Walaupun banyak ahli teori yang mengakui bahwa pikiran dalam suatu konteks sosial, mereka tidak banyak menyediakan keterangan yang detail. Pembatasan ini adalah suatu masalah yang serius. Ada 2 pertanyaan inti di sini yaitu: pertama, bagaimana pengalaman sosial mempengaruhi perkembangan kognitif? Berkenaan dengan pertanyaan pertama, teori belajar sosial menguraikan bagaimana modeling, instruksi dari lainnya dan pelajaran seolah mengalami sendiri tentang hukuman dan penguatan mengabarkan informasi untuk anak-anak. Banyak informasi baru yang datang dari yang lainnya dibanding dari trial and error yang langsung dialami oleh dunia fisik. Bahkan gaya pengolahan informasi, seperti pengambilan keputusan yang mengikuti kata hati dapat ditiru. Kedua, bagaimana cara pengembangan teori mempengaruhi pemahaman peristiwa sosial anak-anak? Berkenaan dengan pertanyaan ini, jawaban Bandura adalah perkembangan kognitif pengertian sosial dengan cara berikut ketika anak-anak menjadi semakin terampil dalam mengambil keputusan, mewakili peristiwa secara simbolis, menggunakan strategi memori dan menyusun kembali pengetahuan yang lalu, hal ini menjadi lebih efisien pada pemahaman perilaku yang mereka amati.
3. Memberikan pengertian tentang gejala-gejala perkembangan anak.
4. Memberikan pengertian mengenai peranan interaksi antara lingkungan dengan anak
misalnya : ibu dengan anaknya yang sedang belajar bahasa.

·        Kelemahan
1. Perhatian tentang perkembangan kognitif tidak cukup
Teori Bandura lebih lengkap dibandingkan teori belajar sebelumnya karena itu menekankan bahwa lingkungan dan perilaku seseorang dihubungkan melalui sistem kognitif orang tersebut. Bagaimanapun, alam dari sistem kognitif, bagaimana itu berkembang, dan bagaiman pengembangan ini mempengaruhi penelitian belajar mengutamakan untuk keberhasilan. Walaupun teori ini telah bebas mengadopsi teori pengolahan informasi yang telah diperhitungkan dari pemikiran, hanya gambaran umum yang diperhitungkan, seperti penyajian simbolis, perhatian, penyimpanan informasi, konstruksi aturan dan verifikasi.

KESIMPULAN
Teori belajar sosial adalah sebuah teori belajar yang relative masih baru dengan teori belajar lainnya. Salah satu tokohnya adalah Albert Bandura, seorang psikolog pada Universitas Stanford Amerika Serikat.
Bandura memandang tingkah laku manusia bukan semata-mata refleks atas stimulus (S-R bond), melainkan juga akibat reaksi yang timbul akibat interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif manusia itu sendiri.
Pendekatan teori belajar sosial lebih ditekankan pada perlunya conditioning(pembiasaan merespon) dan imitation (peniruan). Selain itu pendekatan belajar sosial menekankan pentingnya penelitian empiris dalam mempelajari perkembangan anak-anak. Penelitian ini berfokus pada proses yang menjelaskan perkembangan anak, faktor sosial dan kognitif.
Teori belajar sosial melalui tekanannya pada penelitian variable yang menimbulkan perilaku tertentu. Kita bukan reactor pasif terhadap kondisi situasional. Hubungan antara perilaku dan situasi yang kita jumpai dalam kehidupan bersifat timbal balik. Melalui tindakannya sendiri orang menciptakan kondisi lingkungan yang mempengaruhi perilakunya. Teori ini menuntun kita untuk melihat tindakan manusia sebagai reaksi terhadap lingkungan tertentu dan untuk memperhatikan cara lingkungan mengontrol perilaku, serta cara mengubah lingkungan untuk memodifikasi perilaku, penerapan prinsip dapat menimbulkan maladaptive.